Review dalam Pengukuhan Guru Besar
"Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D." Guru Besar dalam Ilmu
Gender, Beliau mengatakan Arah Gerakan Feminis Muslim Di Indonesia ini sangat
penting dalam era sekarang ini, alasannya:
1. Adanya
kompleksitas dalam persoalan upaya penyelesaian
2. Dinamika
Perdebatan Dalam Islam Dan Feminism
3. Karena
Adanya Kekhasan dari pada Feminis Muslim Itu Dalam Mencari Titik Temu Dan
Meramu antara Islam Dan Feminism
Dalam kehidupan sehari-hari, aspek
perempuan setidaknya diperdebatkan dalam wacana seputar status, tubuh, peran,
dan pemikirannya. Status perempuan sering dipahami sebagai makhluk atau jenis
kelamin kedua; tubuh perempuan sering dihubungkan dengan simbol kesucian,
kesuburan, hingga disebut sebagai sumber malapetaka.
Pemahaman ini dikuatkan dengan pemahaman
yang konservatif dan tekstual. Para feminis muslim menggugat semangat beragama
konservatif yang tidak sejalan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah yang
menempatkan perempuan seimbang dan setara dengan laki-laki. Islam sangat
menjunjung tinggi peran publik perempuan sehingga ketika peran tersebut
dimanipulasi, oleh penafsiran misoginis, di situlah para feminis muslim
bergerak melawan. Feminisme muslim berada dalam posisi yang dilematis. Satu
pihak menganggap bahwa feminis muslim merupakan kelompok yang terhubung dengan
paham sekularisme Barat, namun pihak lain menyatakan bahwa feminis muslim
kurang “feminis” karena masih terpengaruh paham patriarki. Feminis muslim
memiliki kepiawaian di dalam meramu dan meracik antara dinamika Islam dan
feminisme. Bu Alim menegaskan bahwasannya menjadi feminis sekaligus menjadi
muslim yang agamis adalah hal yang sangat mungkin. Walaupun dalam prakteknya
keduanya akan kerap bernegosiasi untuk menemukan titik temu pandangan yang
sering berbeda. Berdasarkan latarbelakang itu apakah feminis itu dan bagaimana
arah gerakannya?
Bu
Alim menjelaskan bahwa feminisme memiliki keyakinan bahwa laki-laki dan
perempuan keduanya sama-sama manusia sempurna. Perempuan bukanlah setengah
manusia. Feminisme menyadari pula bahwa ada persoalan perempuan yang harus
diperbaiki agar menjadi lebih baik.femisi muslim itu bias laki laki dan bias perempuan.
Upaya yang dilakukan gerakan feminisme adalah mempromosikan, mempertanyakan,
memaknai ulang, dan menginternalisasikan keadilan dengan mempertimbangkan
konteksnya. Dengan definisi tersebut bahwa Nabi Muhammad saw. juga seorang
feminis, karena beliau menyadari bahwa ada persoalan perempuan, ada usaha
menyelesaikan persoalan itu sehingga kehidupan perempuan menjadi lebih baik.
Untuk mengatakan diri sebagai feminis
justru lebih kontrofersi dari pada isu feminis itu sendiri di Indonesia
kalangan muda justru banyak yang mengatakan bahwa dirinya sebagai feminis
sedangkan aktifis tua justru enggan mengatakan dirinya feminis walaupun kesehariannya
yang dilakukan adalah aktifitas feminis.
Yang lebih menarik menurut Bu Alim, di
Indonesia lebih banyak orang laki laki mengatakan bahwa dirinya feminis dari
pada orang perempuan. Karena orang laki laki kalau mengatakan dirinya feminis
justru akan terangkat derajatnya, dia akan mencintai keluarganya, akan membantu
pekerjaan rumah tangga dan lain sebagainya, tetapi kalau feminisnya itu
perempuan resiko negatifnya itu lebih berat yang melekat pada labelnya itu,
misalnya mendominasi, menyalahi kodrat galak dan lain sebagainya.
Bagaimana strategi yang dilakukan oleh
para feminis muslim di dalam melakukan gerakannya? Bu Alim menjelaskan
setidaknya ada 4 hal:
1. Keberagaman.
Yang mana feminis muslim memahami bahwa pengalaman perempuan stu dengan yang
lain itu beragam sehingga tidak bisa disamakan. Contoh Jilbab, ada yang
mengatakan jilbab oleh feminis muslim tanda penindasan akan tetapi bagi feminis
muslim itu berati kebebasan.
2. Historis
Heurmenetik
3. Bayani
ruhani irfani
4. Mempertimbangkan
etik yang ada. Persoalan etik ini ada kebaikan secara universal dan ada
kebaikan secara individu yang itu membawa kebaikan dan kemanfaatan.
Bahkan juga kalau kita amati feminis muslim itu
strateginya juga menggunakan silent revolusion yakni pelan-pelan tapi insya
Allah ada hasilnya.
Lokus
gerakan feminis muslim Bu Alim mengambil 3 contoh yakni tentang tubuh
perempuan, keluarga, dan peran public. Tubuh perempuan, tadi sudah dijelaskan
kaitannya jilbab, penolakan pemerkosaan didalam rumah tangga. Keluarga, para
feminis muslim tidak anti keluarga lalu juga menganggap bahwa keluarga adalah
entitas yang penting untuk mewujudkan hak asasi manusia. Peran public tentang
kepemimpinan dan peran peran lainnya itu juga sesuatu peran yang sangat popular
dikalangan feminis muslim.
Keluarga
feminis adalah arah gerakan feminis muslim di Indonesia, banyak perempuan yang
mengalami hambatan dan diskriminasi ketika masuk di rumah tangga, budaya
patriarki begitu kuat mengkondisikan keluarga sebagai ruang pengorbanan seorang
perempuan. Dalam budaya patriarki seorang perempuan yang menikah diminta
dirinya untuk keluraga mulai tubuhnya sampai kepada bentuk cintanya, perempuan diminta untuk mengalah
atau bahkan untuk dikalahkan jika bersamaan dengan kepentingan orang lain. Oleh
sebab itu doktrin doktri konserfatif, seperti jihad dalam keluarga, pahala
perempuan yang berkorban demi keluarga, itu mudah diterima begitu saja oleh
perempuanyang menikah.
Feminis
muslim menolak penunggalan perempuan yang bersifat domestic namun feminis
muslim juga menghargai itu pilihan sadar para perempuan. Feminism justru mendorong
perempuan untuk bebas memilih peran yang terbaik asalkan dia itu mempunyai
kebebasan dalam memilih. Keluarga feminis memampukan anggota keluarganya. Allah
hanya melihat diri masing masing orang,
baik laki laki atau perempuan tanpa melihat latar belakang dan statusnya. Rasulullah menganjurkan
pernikahan sebagai ruiang untuk menigkatkan
kualitas, artinya nantinya seorang laki laki yang semula mampu
bertanggung jawab kepada dirinya sendiri bias berkualitas bertanggung jawab
kepada istrinya, anak anaknya serta masyarakat. Demikian juga untuk perempuan.
Tanggungjawab
suami kepada istri dengan menghormatinya, menyayanginya, mendukung perkembangan
dirinya dan membantu kesulitan kesulitannya demikian juga untuk perempuan. Keluarga
feminis menolak kekerasan dan mendukung pasangan anggota keluarga supaya tumbuh
kembang bersama didalam kebaikan. Keluarga feminis negosiasi bukan dominasi.
Pada
saat bentrok siapa sih yang akan mengejar karier duluan? Maka disaat itulah
dibutuhkan kompromi dan negosiasi bukan siapa yang harus mengalah. Sehingga ketika
misalnya hasil negosiasi sementara waktu mendahulukan karir suami, hal itu tidak
lantas melupaka karir istri, demikian juga sebaliknya. Hubungan cinta didalam
keluarga dilandasi keinginan untuk mendukung kemajuan keluarga satu sama lain. Inilah
hakikat keluarga feminis adalah hubungan kesalingan dan keluarga sakinah yang
membahagiakan diri sendiri dan membahagiakan orang lain. Semangat feminis
menghargai semua peran anggota sama pentingnya mementintingkan kesalingan dan
kesetaraan, mengedepankan negosiasi dan kompromi, serta menerima fleksibilitas
peran gender.
Pengasuhan
domestic adalah peran tanggungjawab bersama bukan hanya tanggungjawab ibu. Orang
tua tidak hanya ibu itu mempunyai tanggungjawab bersama dalam pengasuhan dan
rumah tangga, sayangnya praktek dimasyarkat itu sering dibebankan pada
perempuan. Sehingga penelitian membuktikan bahwa perempuan 4 kali lipat lebih
berat daripada lelaki dalam masa pandemic ini.
Laki
laki adalah partner bukan musuh, tugas reproduksi adalah kodrat. Bagi feminis
muslim laki lkai itu bukan musuh atau mahluk yang dibenci tapi laki laki adalah
mitra perjuangan untuk menegakkan nilai nilai kesetaraan. Feminis muslim tidak
protes terhadap Tuhan tentang tugas reproduksinya untuk menstruasi, hamil,
nifas dan lain sebaginya asalkan dibarengi oleh keharusan keterlibatan laki
laki dalam memperingan tugas tugas reproduksi yang berat tersebut.
Jadi
pada intinya arah gerakan muslim Indonesia adalah penguatan keluarga feminis. Gerakan
feminis muslim dimotori oleh feminis muslim Indonesia walupun feminis muslim
bayak focus keluarga bukan berarti tidak peduli pada urusan public, banyak
urusan keluarga ditentukan oleh public, sehingga memberikan perhatian pad isu public
juga hal yang tidak dapat di elakkan. Masa depan keadilan dan keadilan gender
diranah keluarga dinegeri ini dapat kita andalkan pada gerakan feminins muslim.
Kristalisasi teori teori feminis muslim juga mempunyai peluang untuk
dikembangkan lebih dalam sehingga mempunyai kemanfaatan untuk umat yang lebih
luas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar