Senin, 21 September 2020

ARAH GERAKAN FEMINIS MUSLIM DI INDONESIA (Review sambutan dalam Pengukuhan Guru Besar "Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D." Guru Besar dalam Ilmu Gender)

 

Review dalam Pengukuhan Guru Besar "Prof. Alimatul Qibtiyah, S.Ag., M.Si., Ph.D." Guru Besar dalam Ilmu Gender, Beliau mengatakan Arah Gerakan Feminis Muslim Di Indonesia ini sangat penting dalam era sekarang ini, alasannya:

1.      Adanya kompleksitas dalam persoalan upaya penyelesaian

2.      Dinamika Perdebatan Dalam Islam Dan Feminism

3.      Karena Adanya Kekhasan dari pada Feminis Muslim Itu Dalam Mencari Titik Temu Dan Meramu antara Islam Dan Feminism

Dalam kehidupan sehari-hari, aspek perempuan setidaknya diperdebatkan dalam wacana seputar status, tubuh, peran, dan pemikirannya. Status perempuan sering dipahami sebagai makhluk atau jenis kelamin kedua; tubuh perempuan sering dihubungkan dengan simbol kesucian, kesuburan, hingga disebut sebagai sumber malapetaka.

Pemahaman ini dikuatkan dengan pemahaman yang konservatif dan tekstual. Para feminis muslim menggugat semangat beragama konservatif yang tidak sejalan dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah yang menempatkan perempuan seimbang dan setara dengan laki-laki. Islam sangat menjunjung tinggi peran publik perempuan sehingga ketika peran tersebut dimanipulasi, oleh penafsiran misoginis, di situlah para feminis muslim bergerak melawan. Feminisme muslim berada dalam posisi yang dilematis. Satu pihak menganggap bahwa feminis muslim merupakan kelompok yang terhubung dengan paham sekularisme Barat, namun pihak lain menyatakan bahwa feminis muslim kurang “feminis” karena masih terpengaruh paham patriarki. Feminis muslim memiliki kepiawaian di dalam meramu dan meracik antara dinamika Islam dan feminisme. Bu Alim menegaskan bahwasannya menjadi feminis sekaligus menjadi muslim yang agamis adalah hal yang sangat mungkin. Walaupun dalam prakteknya keduanya akan kerap bernegosiasi untuk menemukan titik temu pandangan yang sering berbeda. Berdasarkan latarbelakang itu apakah feminis itu dan bagaimana arah gerakannya?

 Bu Alim menjelaskan bahwa feminisme memiliki keyakinan bahwa laki-laki dan perempuan keduanya sama-sama manusia sempurna. Perempuan bukanlah setengah manusia. Feminisme menyadari pula bahwa ada persoalan perempuan yang harus diperbaiki agar menjadi lebih baik.femisi muslim itu bias laki laki dan bias perempuan. Upaya yang dilakukan gerakan feminisme adalah mempromosikan, mempertanyakan, memaknai ulang, dan menginternalisasikan keadilan dengan mempertimbangkan konteksnya. Dengan definisi tersebut bahwa Nabi Muhammad saw. juga seorang feminis, karena beliau menyadari bahwa ada persoalan perempuan, ada usaha menyelesaikan persoalan itu sehingga kehidupan perempuan menjadi lebih baik.

Untuk mengatakan diri sebagai feminis justru lebih kontrofersi dari pada isu feminis itu sendiri di Indonesia kalangan muda justru banyak yang mengatakan bahwa dirinya sebagai feminis sedangkan aktifis tua justru enggan mengatakan dirinya feminis walaupun kesehariannya yang dilakukan adalah aktifitas feminis.

Yang lebih menarik menurut Bu Alim, di Indonesia lebih banyak orang laki laki mengatakan bahwa dirinya feminis dari pada orang perempuan. Karena orang laki laki kalau mengatakan dirinya feminis justru akan terangkat derajatnya, dia akan mencintai keluarganya, akan membantu pekerjaan rumah tangga dan lain sebagainya, tetapi kalau feminisnya itu perempuan resiko negatifnya itu lebih berat yang melekat pada labelnya itu, misalnya mendominasi, menyalahi kodrat galak dan lain sebagainya.

Bagaimana strategi yang dilakukan oleh para feminis muslim di dalam melakukan gerakannya? Bu Alim menjelaskan setidaknya ada 4 hal:

1.      Keberagaman. Yang mana feminis muslim memahami bahwa pengalaman perempuan stu dengan yang lain itu beragam sehingga tidak bisa disamakan. Contoh Jilbab, ada yang mengatakan jilbab oleh feminis muslim tanda penindasan akan tetapi bagi feminis muslim itu berati kebebasan.

2.      Historis Heurmenetik

3.      Bayani ruhani irfani

4.      Mempertimbangkan etik yang ada. Persoalan etik ini ada kebaikan secara universal dan ada kebaikan secara individu yang itu membawa kebaikan dan kemanfaatan.

Bahkan juga kalau kita amati feminis muslim itu strateginya juga menggunakan silent revolusion yakni pelan-pelan tapi insya Allah ada hasilnya.

Lokus gerakan feminis muslim Bu Alim mengambil 3 contoh yakni tentang tubuh perempuan, keluarga, dan peran public. Tubuh perempuan, tadi sudah dijelaskan kaitannya jilbab, penolakan pemerkosaan didalam rumah tangga. Keluarga, para feminis muslim tidak anti keluarga lalu juga menganggap bahwa keluarga adalah entitas yang penting untuk mewujudkan hak asasi manusia. Peran public tentang kepemimpinan dan peran peran lainnya itu juga sesuatu peran yang sangat popular dikalangan feminis muslim.

Keluarga feminis adalah arah gerakan feminis muslim di Indonesia, banyak perempuan yang mengalami hambatan dan diskriminasi ketika masuk di rumah tangga, budaya patriarki begitu kuat mengkondisikan keluarga sebagai ruang pengorbanan seorang perempuan. Dalam budaya patriarki seorang perempuan yang menikah diminta dirinya untuk keluraga mulai tubuhnya sampai kepada bentuk  cintanya, perempuan diminta untuk mengalah atau bahkan untuk dikalahkan jika bersamaan dengan kepentingan orang lain. Oleh sebab itu doktrin doktri konserfatif, seperti jihad dalam keluarga, pahala perempuan yang berkorban demi keluarga, itu mudah diterima begitu saja oleh perempuanyang menikah.

Feminis muslim menolak penunggalan perempuan yang bersifat domestic namun feminis muslim juga menghargai itu pilihan sadar para perempuan. Feminism justru mendorong perempuan untuk bebas memilih peran yang terbaik asalkan dia itu mempunyai kebebasan dalam memilih. Keluarga feminis memampukan anggota keluarganya. Allah hanya melihat diri masing masing  orang, baik laki laki atau perempuan tanpa melihat latar belakang  dan statusnya. Rasulullah menganjurkan pernikahan sebagai ruiang untuk menigkatkan  kualitas, artinya nantinya seorang laki laki yang semula mampu bertanggung jawab kepada dirinya sendiri bias berkualitas bertanggung jawab kepada istrinya, anak anaknya serta masyarakat. Demikian juga untuk perempuan.

Tanggungjawab suami kepada istri dengan menghormatinya, menyayanginya, mendukung perkembangan dirinya dan membantu kesulitan kesulitannya demikian juga untuk perempuan. Keluarga feminis menolak kekerasan dan mendukung pasangan anggota keluarga supaya tumbuh kembang bersama didalam kebaikan. Keluarga feminis negosiasi bukan dominasi.

Pada saat bentrok siapa sih yang akan mengejar karier duluan? Maka disaat itulah dibutuhkan kompromi dan negosiasi bukan siapa yang harus mengalah. Sehingga ketika misalnya hasil negosiasi sementara waktu mendahulukan karir suami, hal itu tidak lantas melupaka karir istri, demikian juga sebaliknya. Hubungan cinta didalam keluarga dilandasi keinginan untuk mendukung kemajuan keluarga satu sama lain. Inilah hakikat keluarga feminis adalah hubungan kesalingan dan keluarga sakinah yang membahagiakan diri sendiri dan membahagiakan orang lain. Semangat feminis menghargai semua peran anggota sama pentingnya mementintingkan kesalingan dan kesetaraan, mengedepankan negosiasi dan kompromi, serta menerima fleksibilitas peran gender.

Pengasuhan domestic adalah peran tanggungjawab bersama bukan hanya tanggungjawab ibu. Orang tua tidak hanya ibu itu mempunyai tanggungjawab bersama dalam pengasuhan dan rumah tangga, sayangnya praktek dimasyarkat itu sering dibebankan pada perempuan. Sehingga penelitian membuktikan bahwa perempuan 4 kali lipat lebih berat daripada lelaki dalam masa pandemic ini.

Laki laki adalah partner bukan musuh, tugas reproduksi adalah kodrat. Bagi feminis muslim laki lkai itu bukan musuh atau mahluk yang dibenci tapi laki laki adalah mitra perjuangan untuk menegakkan nilai nilai kesetaraan. Feminis muslim tidak protes terhadap Tuhan tentang tugas reproduksinya untuk menstruasi, hamil, nifas dan lain sebaginya asalkan dibarengi oleh keharusan keterlibatan laki laki dalam memperingan tugas tugas reproduksi yang berat tersebut.

Jadi pada intinya arah gerakan muslim Indonesia adalah penguatan keluarga feminis. Gerakan feminis muslim dimotori oleh feminis muslim Indonesia walupun feminis muslim bayak focus keluarga bukan berarti tidak peduli pada urusan public, banyak urusan keluarga ditentukan oleh public, sehingga memberikan perhatian pad isu public juga hal yang tidak dapat di elakkan. Masa depan keadilan dan keadilan gender diranah keluarga dinegeri ini dapat kita andalkan pada gerakan feminins muslim. Kristalisasi teori teori feminis muslim juga mempunyai peluang untuk dikembangkan lebih dalam sehingga mempunyai kemanfaatan untuk umat yang lebih luas.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RANGKUMAN MAKALAH PRO KONTRA RUU PKS DALAM PERSPEKTIF HAM & HUKUM ISLAM

  RANGKUMAN MAKALAH PRO KONTRA RUU PKS DALAM PERSPEKTIF HAM & HUKUM ISLAM Oleh : Suci Restiati Pelecehan seksual terhadap perempua...